Sinopsis Gangaa episode 565 by Meysha Lestari.

Sinopsis Gangaa episode 565 by Meysha Lestari. Pratab mencoba menelpon Shiv tapi tidak tersambung. Pratab memberitahu Savitri kalau dia tidak mendapat kabar apa-apa dari Shiv dan Gangaa. Pratab mendoakan semoga keduanay jatuh dari tebing dan mati. Savitri mendukung keinginan Pratab dan berkata kalau dirinya ingin Pratab segera menjadi mathadesh. Riya datang, memberitahu mereka kalau Shiv dan Gangaa belum kembali. Riya terlihat prihatin.

Tiba-tiba mobil yang di kemudikan Shiv berhenti di depan rumah. Semua menengok keluar pintu dengan tatapan ingin tahu. Pratab dan Savitri terlihat kecewa. Riya tersenyum lega. Shiv masuk sambil menarik tangan Gangaa. Gangaa memberontak minta di lepaskan. Semua orang kaget melihat nya. Shiv bertanya tentang Radhika. Riya  menjawab kalaiu Radhika ada di lantai atas. Shiv menyuruh Riya mengemas pakaian Radhika dan mengirimnya ke mumbai untuk sementara waktu. Riya mengangguk.

Savitri menatap Gangaa dan Shiv bergantian dan bertanya mereka darimana? Gangaa menjawab kalau Shiv sudah gila, "aku telah menyelamatkan kalian dari Pancahit selama ini, kalau tidak kalian pasti di usir, tapi..." Shiv menutup mulut Gangaa agar berhenti bicara. Shiv meminta agar keluarganya tidak ikut campur untusannya dengan Gangaa. Shiv memaksa Gangaa masuk ekdalam. Savitri menegur Shiv, "Shiv, apa yang kau lakukan? Kau itu Mathadesh, tidak panta sbagimu memperlakukan Gangaa begitu.." Shiv memberitahu Savitri tentang keputusan Panchan,  bahwa para panchan menyerahkan urusan Gangaa padanya karena mulai sekarang mereka akan hidup sebagai suami istri. Gangaa mencoba menyangkal, "bohong...!" Tapi Shiv tak memberinya kesempatan untuk bicara lagi. Shiv menyeret Gangaa peri. savitri merasa herand an bertanya-tanya apa yang sudah terjadi? Dia bertekad untuk mencari tahu apa yang menyebabkan Shiv berubah.

 
Shiv melemparkan Gangaa ke tempat tidur lali menguncinya dari luar. Di luar Shiv menangis sedih, sementara Gangaa menggedor-gedor sambil minta di bukakan pintu. Gangaa memukul daun pintu sambil berkat akalau dirinya akan pergi dari rumah Shiv dan tidak akan tinggal bersamanya. Gangaa berkata kalau dai merasa damais ejenak, tapi ternyata sekarang terbukti kalau Shiv orang liar, "aku membencimu!! AKu tidak akan tinggal di sini!" Shiv mengusap air matanya. lalu dia membuka pintu dan melangkah kedalam dengan wajah geram. Gangaa mundur ketakutan. Shiv merenggut tubuh dan rambut Gangaa dan menantangnya, ".... kali ini, aku akan mengalahkanmu!" Setelah bekata begitu, Shiv mendorong Gangaa ke ranjang dan keluar sambil tak lupa mengunci pintu. Di luar telah berkumpul anggota keluarganya yang menatap dengan heran. Shiv meminta mereka tidak menolong gangaa, lalu menyuruh bubar dan pergi tidur.

Shiv duduk temenung di teras. Di teringat semua yang dia lakukan pada Gangaa. Shiv terligat teganggu dengan kenangan itu. Dia mengambil air seember lalu menyiram dirinya. Setelah itu dia kembali duduk termenung. Riya datang dan bertanya prihatin, "mengapa kau melakukan ini kaka?" Shiv tidak menjawab pertanyaan Riya. Shiv mengingatkan Riya agar mengemas pakaian Radhika, "aku tidak ingin dia melihat apa yang terjadi antara aku dan Gangaa.. "

Dalam kamar, Gangaa terlihat gusar dan binggung. Dia ingin pergi keluar kamar tapi tak bisa mendobrak pintu. Gangaa ingin melihat sejauh mana Shiv akan bertindak. Gangaa membanting semua barang-barang yang ada di kamar hingga pecah berantakan. Dia juga melempar bendak ke cermin rias hingga pecah berkeping-keping. Setelah itu, Gangaa menggedor pintu, minta Shiv membukakannya. Riya dan Shiv mendengar itu. Riya berbalik pergi. Shiv mendengar Gangaa memanggil dirinya. SHiv berkat adalam hati kalau dia melakukan semua ini demi Gangaa, untuk mengisi hiduypnya dengan warna dan kebahagiaaan, "memang sulit, tapi aku akan memenangkannya.."

Paginya, Riya telah mengemas baju Radhika. Shiv datang menemui Radhika dan bertanya, "pakah kau sudah ciap?" raadhika sangat gembira. Shiv memeluk Radhika. Radhika ingin saat dia kembali nanti Shiv dan Gangaa telah akur. Shiv dan riya saling pandang. lalu Shiv mengajak Radhika pergi.

Selesai mengantar radhika, Shiv pergi ke kamar Gangaa. Gangaa terlihat tidur sambil menyender di buffet. Dia terbangun saat maatahari mengenai wajahnya. Gangaa bangkit dan melangkah ke pintu. Dia berteriak memanggil Shiv, minta di bukakan pintu. Shiv telah menunggu di depan kamar gangaa. Dia mendengar teriakan gangaa tapi tidak berbuat apa-apa. Daima datang membawa makanan dan menegur Shiv. Daima memberitahu Shiv kalau gangaa belum makan apa-apa. Shiv segera mengambil gelas teh lalu membuka pintu.

Melihat Shiv melangkah masuk, Gangaa mundur. Shiv melihat tanyan Gangaa berdarah. Shiv prihatin. Dia memberitahu Gangaa kalau tak ingin melakukan semua ini, tapi Gangaa memaksanya. Shiv mendorong Gangaa ke tepi tempat tidur. Gangaa protes. Shiv meletakkan gelas id meja lalu mengambil taali untuk mengikat tangan Gangaa. gangaa protes. Shiv lalu menyuruh minum teh yang dia sodorkan. Gangaa memuntahkannya. Shiv kesal. Shiv memenaggil daima dan memberitahunya agar tidak memberi apapun pada Gangaa, karena gangaa hanya akan makan dan minum dari tangan Shiv langsung, "..kalau dia tidak mau, maka dia akan kelaparan sampai saat itu..." Daima mengangguk takut.

Pratab datang memberitahu SHiv kalau dewan desa datang. Shiv menyuruh Pratab pergi, dirinya akan menyusul. Sebelum peri Shiv menyuruh Gangaa memutuskan apakah dia mau maakan dari tanganya atau tidak. Setelah berkata begitu, Shiv keluar dan mengunci pintu. Gangaa menangis. Daima menengok Gangaa dari balik jendela dan memanggilnya, "Gangaa bahu.." Gangaa menileh. Dia meminta Daima menolongnya. Daima berkata kalau dia ingin menolong, tapi tak bisa melakukannya. Daima meminta Gangaa menurut pada Shiv, "..dia tidak pernah seperti ini. Dia terluka dengan kata-katamu... kau harus membuang kekeras kepalaanmu itu!" Gangaa terlihat berpikir.

Di luar, dewan desa dan keluarga berkumpul dan menatap Shiv. Mereka bertanya pada Shiv mengapa dia memanggil? Shiv berkata kalau dia sengaja memanggil mereka utuk mengumumkan keputusannya. Shiv merasa tidak mampu lagi menjadi Mathadesh, karena itu dia ingin mengundurkan diri. Semua orang kaget. Savitri dan Jhumki terlihat berseri-seri. Riya kaget. Shiv melepas turbannya dan meletakkannya di kursi. Semua orang menatapnya... SInopsis Gangaa episode 566 by Meysha Lestari.

GANGAA 564     GANGAA 566
Continue Reading...

Sinopsis Gangaa episode 564 bag 2

Sinopsis Gangaa episode 564 bag 2 by Meysha Lestari.  Shiv berkata kalau dirinya dan Gangaa saling terkait dan mereka memutuskan untuk hidup bersama. Gangaa yang tidak menyangkah para panchan akan datang, mendekaat dengan malu-malu. Shiv meminta panchan tidak menanyai Gangaa tentang hal itu karena gangaa menganggap harga dirinya lebih penting dari segalanya, "kami telah mengambil keputusan sebelum waku satu bulan habis bahwa kami akan menghabiskan hidup bersama.." Para Panchan seperti memahami maksud Shiv. tapi Gangaa membantah, "itu bohong!.." Gangaa memberitahu para panchan apa yang terjadi sebenarnya, bahwa Shiv coba memaksanya. Para panchan menatap Shiv. Shiv berkata, "sudah ku bilang, dia pasti akan menyangkal..."

Gangaa menatap Shiv dengan gusar, "Shiv, mengapa kau melakukan ini?" Para panchan menatap Gangaa dan melihat lengan bajunya yang koyak. Mereka tidak mempercayai ucapan Gangaa dan berkata kalau mereka melihat apa yang terjadi didalam sana dari balik pintu. Gangaa menyangkal, dia berkata kalau Shiv telah menculiknya. Para Panchan bertanya apakah Gangaa punya bukti?? Gangaa menatap Shiv dengan bingung dan putus asa. Shiv menarik nafas lega. Gangaa coba menjelaskan, tapi Panchan menepis penjelasan Gangaa. Mereka menyuruh Gangaa menurut pada Shiv dan hidup bersamanya sebagai istri yang patuh, karena sebagai pemimpin masyarakat mereka sama satu dan lainnya. Gangaa tidak terima, dan menolak keputusan panchan, "shiv memaksaku untuk tinggal di rumahnya.."

 
Panchan tak mau dengar. Mereka telah membuat keputusan dan menyuruh Shiv mengurus Gangaa, "dia adalah tanggungjawabmu.." Shiv mengucapkan terima kasih dan para panchan pun pergi. Gangaa menatap Shiv dengan tatapan tak percaya. Shiv bala smenatap Gangaa dengan taatapan penuh kemenangan. Gangaa memprotes Shiv. Shiv menjawab kalau itu seperti apa yang di tuduhkan Gangaa padanya, "... sebelumnya, aku tak pernah memikirkan akan melakukan hal seperi ini padamu, ytapi kau telah menuduhku. Sekarang kau akan melihat apa yang bisa aku lakukan. kau telah merubah Shiv yang lama, menjadi sosok baru yang bisa melakukan apa saja. Aku tahu kau pengacara. kau pasti menginginkan bukti. Aku telah membuatkan bukti dan membiarkan mereka melihatnya. Siapapun bisa melihat apa yang terjadi antara kita.."

gangaa berteriak putus asa, "itu bohong!" Shiv menyahut, "siapa yang perduli tentang kebenaran? kau telah merubah Ram menjadi Ravan. Sekarang kau akan melihat apa yang bisa di lakukan Ravan ini..." lalu dengan wajah menahan emosi, Shiv bergegas melangkah ke mobil. Shiv terlihat memejamkan mata, coba menenangkan diri. Shiv berkata dengan penyesalan dan kesakitan yang termata sangat atas apa yang dia lakukan pada Gangaa. Shiv berkat adalam hati, "aku harus menanggung semua ini demi kebahagianmu. Aku berbohong untuk membuat segalanya menjadi mudah. kau tak akan pernah mengerti aku. Apapun yang ku lakukan hari ini adalah untuk menyelamatkanmu.." Shiv menarik nafa sberat. matanya basah oleh airmaata. Shiv berkata dengan sedih, "aku tahu, kau akan menatap rendah diriku, tapi aku tak bisa melihatmu mengenakan pakaian putih itu... tidak bisa..!"  Shiv menguatkan diri, lalu mengusap airmatanya.

Dia kembali ke tempat Gangaa berdiri menyesali diri. Shiv mengajak Gangaa pergi bersamanya. gangaa menolak. Shiv menarik tanganya dengan paksa. Gangaa terpaksa mengikut meski dengan protes. Shiv membuka pintu mobil. Gangaa memberontak, meminta Shiv melepaskan dirinyaa. Shiv mendudukan Gangaa dan mengikatkan sabuk pengaman. lalu Shiv bergegas pergi ke belakang kemudi. Gangaa coba melarikan diri dan berhasil membuka pintu. Tapi Shiv cepat-cepat menutup pintu kembali dan segera menghidupkan mesin mobil. Gangaa memberontak. Shiv memeganginya dengan satu tangan, sementara tangan lain memegang kemudi.

Gangaa mengakui kesalahannya karena telah menuduh Shiv dengan tuduhan palsu, dia minta maaf dan memohon agar Shiv melupakannya. Shiv menolak, ".. kau terlambat menyadarai siapa aku sebenarnya. bahkan para Panchan menyerahkan keputusan tentang mu padamu. kau tak punya pilihan lain.." gangaa berkata kalau dia lebih memilih mati daripada menjalani hidup sesuai keinginan Shiv. Gangaa lalu coba membuka pintu mobil yang melaju cepat itu. Shiv menekan tubuh Gangaa ke tempat duduk dengan satu tangan. Gangaa tak berdaya... SInopsis Gangaa episode 565 by Meysha Lestari.

Gangaa 563     Gangaa 565
Continue Reading...

Sinopsis Gangaa episode 564 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 564 by Meysha Lestari. Gangaa berteriak minta di lepaskan, "lepaskan aku! Siapa kau??" Tapi si penculik tak menjawab. Dia segera mengikat Gangaa di tempat duduk lelu bergegas duduk di belakang kemudi. Dna mobil penculik itupun melaju membelah kegelapan malam.

Gangaa berusaha melepaskan diri. Mobil berhenti di depan sebuah gubuk. Penculik menyeret Gangaa kedalam gubuk dan melemparkannya ketumpukan jerami. Ikatan di tangan Gangaa terlepas. Gangaa segera membuka kain hitam yang menutupi matanyaa. penculik membuka sal yang menutupi wajahnya. Gangaa kaget, melihat Shiv yang telah menculiknya. Shiv maju mendekati Gangaa, Gangaa mundur dengan ketakutan.Shiv meraup tubuh Gangaa dan menekannya di dinding. Shiv mengingatkan Gangaa apa yang telah dia lakukan tadi dihadapan keluarganya, "kau telah menghinaku di hadapan mereka. Hari ini aku akan menunjukan padamu apa perkosaan itu! Tuhan tahu aku tidak pernah punya niat yang salah pada dirimu. Hari ini, aku akan membuktikan kalau tuduhanmu adalah benar.."

 
Gangaa ketakutan dan mencoba memberontak. Dia mendorong Shiv lalu berlari ke sebuah kamar dan menguncinya dari dalam. Shiv berusaha untuk menangkapnya kembali. Gangaa sangat panik dan mundur ke dekat jendela, shiv memeluk Gangaa dari kisi-kisi jendela. Gangaa menepis tangan Shiv dan berlari keluar. Shiv menghadang Gangaa. Gangaa menatap SHiv ketakuta, "Shiv...apa yang akan kau lakukan??" Shiv meraih tubuh Gangaa dan membopongnya kedalam kamar. Dia melemparkan tubuh Gangaa ke atas tumpukan jerami. Gangaa terbaring tak berdaya saat Shiv menekan lengannya dan mengungkit semua yang di katakan Gangaa padanya yang sangat menyakitkan hatinya. Gangaa mengigit tangan Shiv dan berusaha melarikan diri. Tapi Shiv berhasil menarik selendang Gangaa, hingga robek. Melihat lengannya terbuka, Gangaa panik dan berniat hendak melarikan diri. Tapi Shiv keburu menangkapnya lagi. Shiv membanting tubuh Gangaa ke tanah. Gangaa meraup tanah dan melemparkannya ke mata Shiv. Shiv melepaskan Gangaa dan mengusap matanya yang pedih. Gangaa menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri. Lagi-lagi Shiv berhasil menahan gangaa dengan menginjak sareenya..

Di rumah, Kushal kembali dan memberitahu Riya kalau dia tak melihat Shiv di dekat tebing. Kushal dan Riya dan sangat cemas. keduanya bergegas pergi. Savitri melihat kepergian mereka dan bertanya-tanya dalam hati, apa yang sebenarnay sedang terjadi? Jhumki datang untuk memberitahu Savitri kalau Gangaa tak ada di rumah. Savitri tambah heran lagi.

 
Di gubuk, Gangaa tersudut dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Shiv membuka bajunya dan menghampiri Gangaa. Gangaa ketakutan dan panik, "SHiv..." Shive mendekat sambil berkata, "apa kah sekarang kau mengerti apa yang akan terjadi? Apa yang telah kau tuduhkan padaku? Aku bisa merusak harga dirimu hari ini. lalu kau akan menangisi nasibmu seumur hidup dan akan terus mengutuk diriku..." Shiv menekan Gangaa ke dinding dan menatapnya dengan geram. Gangaa ketakutan. SHiv berkataa, "...tapi aku tidak akan melakukan itu. Kau pasti berpikir tentang wanita yang di lecehkan begitu rupa. Kau menuduhku menginginkan tubuhmu. Tuduhanmu itu... sangat menyakitkan. Sakitnya seperti terbakar dalam minyak panas. Hari ini, untuk pertama kali aku minum dalam hidupku. jika aku tidak terikat oleh janjiku pada Sagar, aku pasti sudah membunuhmu...." Shiv memperingatkan Gangaa agar tidak melakukan hal seperti itu lagi. lalu Shiv menari ktuubuhnya menjauh dan meyuruh Gangaa pergi, karena dia melepaskannya hari ini. Gangaa menangis. Shiv mengambil bajunya dan bergegas keluar.

Di luar telah menunggu para Panchan. Shiv yang sedang keluar sambil mengenakan bajunya tertegun. Shiv menghampiri mereka dan meminta maaf karena menyusahkan mereka semua. Shiv memberitahu para Panchan tentang keputusannya dan Gangaa, bahwa mereka akan tinggal bersama sebagai pasangan. Shiv menjelaskan keputusanmereka sambil menunjuk kearah pintu saat bicara. Dari kegelapan, terlihat Gangaa melangkah keluar dengan pakaian acak-acakan. Para panchan melihat itu.
Continue Reading...

Sinopsis Gangaa episode 563 bag 2

Sinopsis Gangaa episode 563 bag 2 by Meysha Lestari. Di kamar, Riya sedang bertengkar dengan Gangaa. Gangaa menyuruh Riya berpikir apapun tentang dirinya, "aku tidak perduli!" Savitrimuncul dipintu dan menyela, "tapi aku perduli!.." Savitri tidak akan membiarkan Gangaa membuat drama dalam rumahnya, kalau sampai perniakhan Ashi batal karena gangaa, maka dia tidak akan melepaskan Gangaa.

Dua orang pria mabuk bertemu di depan bar. Shiv muncul dan menghentikan jeepnya di hadapan mereka. Dua orang mabuk itu sepertinya tidak perduli dengan keberadaan Shiv. Mereka saling bertegur sapa dengan ramah dalam mabuknya. Shiv memperhatikan keduanya. Shiv hendal turun dari mobil. ketika sosok dirinya yang lain menegur, "ada apa Shiv?" Shiv menoileh. Dirinya yang berbaju coklat sedang mengejeknya. Bahwa Gangaa berpikiran yang sama tentang dirinya, "bahwa kau adalah penindas. Setelah ini, pandangan keluarga padamu pasti berubah, lalu pandangan seluruh warga..." Shiv teringat apa yang di tuduhkan dan di lakukan Gangaa. Dua orang pri ayang mabuk menegur Shiv. Shiv kaget. Dia menoleh, dan dirinya yang berbaju coklat telah lenyap.

 
Shiv lalu turun dari mobil dan masuk ke bar. Orang-orang merasa heran melihat Shiv. Shiv duduk disalah satu kursi. Pelayan menyuguhkan sebotol minuma keras dan sebuah gelas. Dengan wajah gusar dan tanpa pikir panjang, Shiv menuang minuman dalam gelas lalu meneguknya. tak berapa lama, satu botol pun habis. Orang-prang menatapnya dengan heran. Shiv mengeluarkan hp dari sakunya dan terpampang foto Gangaa terbali. Shiv membalik hp itu dan terlihat foto Gangaa. Shiv membuang hpnya dengan marah. Semua yang hadir tersentak kaget. Shiv bangkit dan mengamuk. Dia membalikan sebuah meja dengan marah. lalu dia terhuyun-huyun. Orang-orang menatapnya dengan heran dan tak percaya.

Di rumah, Gangaa berdiri di dekat jendela dengan wajah cemas. Karena hari sudah malam dan Shiv belum pulang. Gangaa teringat tuduhannya pada Shiv dan pertengkarannya dengan Riya. Gangaa cemas kalau apa yang di katakannya sudah terlalu. Radhika menegur Gangaa dan bertanya tentang Shiv, "mengapa papa belum pulang??" Gangaa menenangkan Radhika dengan berkata kalau SHiv pasti akan segera datang. Gangaa menyuruh radhika pergi tidur. Radhika menolak, dai menyarankan agar mereka tidak tidur dan menunggu Shiv. Gangaa membujuk Radhika agartidur karena hari sudah malam. Radhika menunjukan lukisan yang di buatnya, di aman dia menggandeng tangan SHiv dan Gangaa. Radhika berkata kalau dirinya sangat sedih saat ibunya meninggl. Tapi sekarang dia bahagia karena Gangaa ada bersamanya.
Gangaa meminta Radhika memberikan lukisan itu padanya. Tapi radhika menolak, "aku akan memberikannya kalau kalu sudah bersama papa.." Gangaa tidak memaksa. Dalam hati dia berpikir kalau apa yang di harapkan radhika tidak akan terjadi. lalu Gangaa membawa radhika ke kamar dan menemaninya tidur.

Setelah agak larut, seorang pria datang ke rumah untuk memberitahu mereka kaalau Shiv sedang bergerak kearah tebing. Savitri dan keluarga kaget dan heran. Savitri binggung, "apa yang terjadi dengan Shiv...??" Kushal menyuruh pria itu pergi dan amenunjukan padanya kemana Shiv pergi. Gangaa melihat semua itu dari lantai atas. Semua anggota keluarga pergi. Gangaa menuruni tangga. Tiba-tiba lampu mati. Gangaa kaget, "apa ini??" Tiba-tiba muncul seorang pria menangkap Gangaa. Mengikat kedua tanganya ke belakang lalu menutup matanya. Gangaa berteriak dan memberontak minta tolong. Tapi tak ada yang datang menolak. Pria itu membawa Gangaa keluar lewat pintu belakang, lalu memasukannya kedalam mobil... Sinopsis Gangaa episode 564 by Meysha lestari.

Gangaa 562      gangaa 564
Continue Reading...

Sinopsis Gangaa episode 563 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 563 by Meysha Lestari. Shiv sedang bicara di telpon dengan Kushal. Kushal memberitahu Shiv kalau Krishna sudah tiada. SHiv tertegun. Kushal terlihat prihatin, dia tak tahu bagaimana cara Shiv memberitahu Gangaa tentang kabar itu. Gangaa datang dengan marah. Shiv pura-pura bicara dengan orang lain dan menutup telponnya. Shiv menatap Gangaa. Gangaa merobek selendang yang menutupi dadanya sambil berkata kalau Shiv mungkin ingin mendapatkan dirinya. Shiv memalingkan muka dengan jengah, "gangaa..."

Gangaa dengan emosi menuduh Shiv mempermainkan dirinya dengan sedang berusaha untuk menyentuhya dengan berbagai alasan, termasuk dengan pura-pura tersesat di hutan. SHiv terperangah mendengartuduhan itu. Para anggota keluarga berkumpul di depan kamar mereka mendengar  teriakan Gangaa. Gangaa bahkan menuduh Shiv memalsukan sumpah sagar agar dirinya tidak pergi. Lebih parah lagi, Gangaa menuduh Shiv sengaja membunuh Sagar dan menyuap dokter, demi mendapatkan dirinya. Pratab menyeirgai licik. Jhumki terlihat gembira. Gangaa terus menuduh Shiv dengan kata-kata kasar. Gangaa menuduh Shiv sebagai penindas wanita.

Riya ingin menengahi pertengkaran itu, tapi Savitri mencegahnya, "jangan ikut campur, itu pertengkaran antara sepasang suami istri.." Riya tak bisa berbuat apa-apa selain menurut. Di dalam Gangaa masih marah-marah. Sementara Shiv seperti orang binggung tak tahu harus berbuat apa. Dia terperajat tak percaya dan kehilangan kata-kata. Gangaa merenggut kerah baju Shiv dan bertanay apakah Shiv tak punya hasrat? Gangaa berkata kalau orang-orang juga salah mempercayai Shiv, karena Shiv juga menganggap wanita seperti binatang saja.

Shiv tersentak mendengarnya dan menatap Gangaa dengan tatapan terluka, "apakah ini anggapanmu padaku?" Gangaa semakin menjadi. Dia meluakan perasaanya dan menyebut Shiv binatang buas, "para wanita di perlakukan buruk karena oarang-orang seperti dirimu!!" Shiv venar-benar terluka dan merasa terinjat-injak harga dirinya. Tanpa berkata apa-apa, dia keluar dari kamar. Saat melewati anggota keluarganya, dia hanya bisa tertunduk malu. Lalu tanpa berkata apapun, Shiv bergegas pergi. Riya menatap Shiv dengan iba.
 

Seluruh keluarga masuk kedalam kamar Gangaa. Savitri menegur Gangaa karena memperlakukan Shiv seperti itu, "apa semua ini? kau tahu orang-orang menghormati Shiv karena dai mathadesh. Beraninya kau mengatakan tuduhan palsu itu pada Shiv..." lalu dengan kesal, Savitri pergi. Pratab ikut pergi. Jhumki menghampiri Gangaa dan menghargai perbuatannya. Riya menatap semua itu tanpa berkata-apa. Setelah Jhumki pergi, Riya menghampiri gangaa dan menegurnya.

Shiv keluar dari rumah dengan mengderai jeepnya. Dia berpapasan dengan keluarga dari tunangan Ashi. Si pria merasa heran melihat Shiv terlihat keluar denga tergesa. tapi si pria mengajak supirnya peri ke rumah Ashi.

Riya bertanya pada Gangaa, "apa itu yang memang kau ingin kauinginkan? kau ingin menghina Shiv? Shiv pasti sangat malu. Dia telah menanggung banyak hal demi dirimu. Seandainya aku yang ada di posisinya, aku pasti sudah menamparmu!" Gangaa tidak terkejut mendengarperkataan riya. Dia seolah sudah mati rasa oleh kemarahannya.

Tamu pria itu datang. Savitri dan jhumki menyambutnya. mereka mempersilahkan tamu duduk. Tamu memberitahu savitri kalau dirinya melihat Shiv keluar tergesa-gesa, "dia tidak melihat saya datang..." Savitri berkata kalau Shiv pasti sedang melakukan sesuatu yang penting. Savitri menanyakan keperluannya. Tamu memberitahu savitri kalau orang tuanya ingin agar savitri dan keluarga menentukan tanggal pernikahan. Ashi mendengar itu dan tersipu malu. Savitri sangat gembira. Ashi berlari kedalam dengan wajah malu. tamu berincang-bincang dengan savitri. Tiba-tiba terdengar suara riya dan Gangaa yang sedang bertengkar. tamu merasa kaget dan bertanya apakah semua baik-baiks aja? savitri berbohong dengan berkata kalau itu suara tv yang sedang menayangkan drama keluarga. Savitri mengalihkan perhatian tamu dengan mempersilahkan dia mencicipi suguhannya. Tapi Si tamu pamit pergi.
Continue Reading...