Sinopsis Gangaa episode 563 by Meysha Lestari




Sinopsis Gangaa episode 563 by Meysha Lestari. Shiv sedang bicara di telpon dengan Kushal. Kushal memberitahu Shiv kalau Krishna sudah tiada. SHiv tertegun. Kushal terlihat prihatin, dia tak tahu bagaimana cara Shiv memberitahu Gangaa tentang kabar itu. Gangaa datang dengan marah. Shiv pura-pura bicara dengan orang lain dan menutup telponnya. Shiv menatap Gangaa. Gangaa merobek selendang yang menutupi dadanya sambil berkata kalau Shiv mungkin ingin mendapatkan dirinya. Shiv memalingkan muka dengan jengah, "gangaa..."

Gangaa dengan emosi menuduh Shiv mempermainkan dirinya dengan sedang berusaha untuk menyentuhya dengan berbagai alasan, termasuk dengan pura-pura tersesat di hutan. SHiv terperangah mendengartuduhan itu. Para anggota keluarga berkumpul di depan kamar mereka mendengar  teriakan Gangaa. Gangaa bahkan menuduh Shiv memalsukan sumpah sagar agar dirinya tidak pergi. Lebih parah lagi, Gangaa menuduh Shiv sengaja membunuh Sagar dan menyuap dokter, demi mendapatkan dirinya. Pratab menyeirgai licik. Jhumki terlihat gembira. Gangaa terus menuduh Shiv dengan kata-kata kasar. Gangaa menuduh Shiv sebagai penindas wanita.

Riya ingin menengahi pertengkaran itu, tapi Savitri mencegahnya, "jangan ikut campur, itu pertengkaran antara sepasang suami istri.." Riya tak bisa berbuat apa-apa selain menurut. Di dalam Gangaa masih marah-marah. Sementara Shiv seperti orang binggung tak tahu harus berbuat apa. Dia terperajat tak percaya dan kehilangan kata-kata. Gangaa merenggut kerah baju Shiv dan bertanay apakah Shiv tak punya hasrat? Gangaa berkata kalau orang-orang juga salah mempercayai Shiv, karena Shiv juga menganggap wanita seperti binatang saja.

Shiv tersentak mendengarnya dan menatap Gangaa dengan tatapan terluka, "apakah ini anggapanmu padaku?" Gangaa semakin menjadi. Dia meluakan perasaanya dan menyebut Shiv binatang buas, "para wanita di perlakukan buruk karena oarang-orang seperti dirimu!!" Shiv venar-benar terluka dan merasa terinjat-injak harga dirinya. Tanpa berkata apa-apa, dia keluar dari kamar. Saat melewati anggota keluarganya, dia hanya bisa tertunduk malu. Lalu tanpa berkata apapun, Shiv bergegas pergi. Riya menatap Shiv dengan iba.
 

Seluruh keluarga masuk kedalam kamar Gangaa. Savitri menegur Gangaa karena memperlakukan Shiv seperti itu, "apa semua ini? kau tahu orang-orang menghormati Shiv karena dai mathadesh. Beraninya kau mengatakan tuduhan palsu itu pada Shiv..." lalu dengan kesal, Savitri pergi. Pratab ikut pergi. Jhumki menghampiri Gangaa dan menghargai perbuatannya. Riya menatap semua itu tanpa berkata-apa. Setelah Jhumki pergi, Riya menghampiri gangaa dan menegurnya.

Shiv keluar dari rumah dengan mengderai jeepnya. Dia berpapasan dengan keluarga dari tunangan Ashi. Si pria merasa heran melihat Shiv terlihat keluar denga tergesa. tapi si pria mengajak supirnya peri ke rumah Ashi.

Riya bertanya pada Gangaa, "apa itu yang memang kau ingin kauinginkan? kau ingin menghina Shiv? Shiv pasti sangat malu. Dia telah menanggung banyak hal demi dirimu. Seandainya aku yang ada di posisinya, aku pasti sudah menamparmu!" Gangaa tidak terkejut mendengarperkataan riya. Dia seolah sudah mati rasa oleh kemarahannya.

Tamu pria itu datang. Savitri dan jhumki menyambutnya. mereka mempersilahkan tamu duduk. Tamu memberitahu savitri kalau dirinya melihat Shiv keluar tergesa-gesa, "dia tidak melihat saya datang..." Savitri berkata kalau Shiv pasti sedang melakukan sesuatu yang penting. Savitri menanyakan keperluannya. Tamu memberitahu savitri kalau orang tuanya ingin agar savitri dan keluarga menentukan tanggal pernikahan. Ashi mendengar itu dan tersipu malu. Savitri sangat gembira. Ashi berlari kedalam dengan wajah malu. tamu berincang-bincang dengan savitri. Tiba-tiba terdengar suara riya dan Gangaa yang sedang bertengkar. tamu merasa kaget dan bertanya apakah semua baik-baiks aja? savitri berbohong dengan berkata kalau itu suara tv yang sedang menayangkan drama keluarga. Savitri mengalihkan perhatian tamu dengan mempersilahkan dia mencicipi suguhannya. Tapi Si tamu pamit pergi.

Bagikan :