Sinopsis Gangaa episode 565 by Meysha Lestari.




Sinopsis Gangaa episode 565 by Meysha Lestari. Pratab mencoba menelpon Shiv tapi tidak tersambung. Pratab memberitahu Savitri kalau dia tidak mendapat kabar apa-apa dari Shiv dan Gangaa. Pratab mendoakan semoga keduanay jatuh dari tebing dan mati. Savitri mendukung keinginan Pratab dan berkata kalau dirinya ingin Pratab segera menjadi mathadesh. Riya datang, memberitahu mereka kalau Shiv dan Gangaa belum kembali. Riya terlihat prihatin.

Tiba-tiba mobil yang di kemudikan Shiv berhenti di depan rumah. Semua menengok keluar pintu dengan tatapan ingin tahu. Pratab dan Savitri terlihat kecewa. Riya tersenyum lega. Shiv masuk sambil menarik tangan Gangaa. Gangaa memberontak minta di lepaskan. Semua orang kaget melihat nya. Shiv bertanya tentang Radhika. Riya  menjawab kalaiu Radhika ada di lantai atas. Shiv menyuruh Riya mengemas pakaian Radhika dan mengirimnya ke mumbai untuk sementara waktu. Riya mengangguk.

Savitri menatap Gangaa dan Shiv bergantian dan bertanya mereka darimana? Gangaa menjawab kalau Shiv sudah gila, "aku telah menyelamatkan kalian dari Pancahit selama ini, kalau tidak kalian pasti di usir, tapi..." Shiv menutup mulut Gangaa agar berhenti bicara. Shiv meminta agar keluarganya tidak ikut campur untusannya dengan Gangaa. Shiv memaksa Gangaa masuk ekdalam. Savitri menegur Shiv, "Shiv, apa yang kau lakukan? Kau itu Mathadesh, tidak panta sbagimu memperlakukan Gangaa begitu.." Shiv memberitahu Savitri tentang keputusan Panchan,  bahwa para panchan menyerahkan urusan Gangaa padanya karena mulai sekarang mereka akan hidup sebagai suami istri. Gangaa mencoba menyangkal, "bohong...!" Tapi Shiv tak memberinya kesempatan untuk bicara lagi. Shiv menyeret Gangaa peri. savitri merasa herand an bertanya-tanya apa yang sudah terjadi? Dia bertekad untuk mencari tahu apa yang menyebabkan Shiv berubah.

 
Shiv melemparkan Gangaa ke tempat tidur lali menguncinya dari luar. Di luar Shiv menangis sedih, sementara Gangaa menggedor-gedor sambil minta di bukakan pintu. Gangaa memukul daun pintu sambil berkat akalau dirinya akan pergi dari rumah Shiv dan tidak akan tinggal bersamanya. Gangaa berkata kalau dai merasa damais ejenak, tapi ternyata sekarang terbukti kalau Shiv orang liar, "aku membencimu!! AKu tidak akan tinggal di sini!" Shiv mengusap air matanya. lalu dia membuka pintu dan melangkah kedalam dengan wajah geram. Gangaa mundur ketakutan. Shiv merenggut tubuh dan rambut Gangaa dan menantangnya, ".... kali ini, aku akan mengalahkanmu!" Setelah bekata begitu, Shiv mendorong Gangaa ke ranjang dan keluar sambil tak lupa mengunci pintu. Di luar telah berkumpul anggota keluarganya yang menatap dengan heran. Shiv meminta mereka tidak menolong gangaa, lalu menyuruh bubar dan pergi tidur.

Shiv duduk temenung di teras. Di teringat semua yang dia lakukan pada Gangaa. Shiv terligat teganggu dengan kenangan itu. Dia mengambil air seember lalu menyiram dirinya. Setelah itu dia kembali duduk termenung. Riya datang dan bertanya prihatin, "mengapa kau melakukan ini kaka?" Shiv tidak menjawab pertanyaan Riya. Shiv mengingatkan Riya agar mengemas pakaian Radhika, "aku tidak ingin dia melihat apa yang terjadi antara aku dan Gangaa.. "

Dalam kamar, Gangaa terlihat gusar dan binggung. Dia ingin pergi keluar kamar tapi tak bisa mendobrak pintu. Gangaa ingin melihat sejauh mana Shiv akan bertindak. Gangaa membanting semua barang-barang yang ada di kamar hingga pecah berantakan. Dia juga melempar bendak ke cermin rias hingga pecah berkeping-keping. Setelah itu, Gangaa menggedor pintu, minta Shiv membukakannya. Riya dan Shiv mendengar itu. Riya berbalik pergi. Shiv mendengar Gangaa memanggil dirinya. SHiv berkat adalam hati kalau dia melakukan semua ini demi Gangaa, untuk mengisi hiduypnya dengan warna dan kebahagiaaan, "memang sulit, tapi aku akan memenangkannya.."

Paginya, Riya telah mengemas baju Radhika. Shiv datang menemui Radhika dan bertanya, "pakah kau sudah ciap?" raadhika sangat gembira. Shiv memeluk Radhika. Radhika ingin saat dia kembali nanti Shiv dan Gangaa telah akur. Shiv dan riya saling pandang. lalu Shiv mengajak Radhika pergi.

Selesai mengantar radhika, Shiv pergi ke kamar Gangaa. Gangaa terlihat tidur sambil menyender di buffet. Dia terbangun saat maatahari mengenai wajahnya. Gangaa bangkit dan melangkah ke pintu. Dia berteriak memanggil Shiv, minta di bukakan pintu. Shiv telah menunggu di depan kamar gangaa. Dia mendengar teriakan gangaa tapi tidak berbuat apa-apa. Daima datang membawa makanan dan menegur Shiv. Daima memberitahu Shiv kalau gangaa belum makan apa-apa. Shiv segera mengambil gelas teh lalu membuka pintu.

Melihat Shiv melangkah masuk, Gangaa mundur. Shiv melihat tanyan Gangaa berdarah. Shiv prihatin. Dia memberitahu Gangaa kalau tak ingin melakukan semua ini, tapi Gangaa memaksanya. Shiv mendorong Gangaa ke tepi tempat tidur. Gangaa protes. Shiv meletakkan gelas id meja lalu mengambil taali untuk mengikat tangan Gangaa. gangaa protes. Shiv lalu menyuruh minum teh yang dia sodorkan. Gangaa memuntahkannya. Shiv kesal. Shiv memenaggil daima dan memberitahunya agar tidak memberi apapun pada Gangaa, karena gangaa hanya akan makan dan minum dari tangan Shiv langsung, "..kalau dia tidak mau, maka dia akan kelaparan sampai saat itu..." Daima mengangguk takut.

Pratab datang memberitahu SHiv kalau dewan desa datang. Shiv menyuruh Pratab pergi, dirinya akan menyusul. Sebelum peri Shiv menyuruh Gangaa memutuskan apakah dia mau maakan dari tanganya atau tidak. Setelah berkata begitu, Shiv keluar dan mengunci pintu. Gangaa menangis. Daima menengok Gangaa dari balik jendela dan memanggilnya, "Gangaa bahu.." Gangaa menileh. Dia meminta Daima menolongnya. Daima berkata kalau dia ingin menolong, tapi tak bisa melakukannya. Daima meminta Gangaa menurut pada Shiv, "..dia tidak pernah seperti ini. Dia terluka dengan kata-katamu... kau harus membuang kekeras kepalaanmu itu!" Gangaa terlihat berpikir.

Di luar, dewan desa dan keluarga berkumpul dan menatap Shiv. Mereka bertanya pada Shiv mengapa dia memanggil? Shiv berkata kalau dia sengaja memanggil mereka utuk mengumumkan keputusannya. Shiv merasa tidak mampu lagi menjadi Mathadesh, karena itu dia ingin mengundurkan diri. Semua orang kaget. Savitri dan Jhumki terlihat berseri-seri. Riya kaget. Shiv melepas turbannya dan meletakkannya di kursi. Semua orang menatapnya... SInopsis Gangaa episode 566 by Meysha Lestari.

GANGAA 564     GANGAA 566

Bagikan :